Awal mula terbentuknya tim Bratasena-CUBE ini adalah ketika M. Taufiqul Hafizh mengajak rekan-rekan satu organisasinya (Ahmad Muhaimin dan Muhammad Abdurrohim) untuk mengikuti lomba aspal karena  kebetulan baru saja menyelesaikan materi bahan perkerasan di bangku perkuliahan semester 5, yang dirasa masih sangat fresh dalam ingatan. Dengan modal keinginan tersebut, mulailah kami mencari informasi terkait lomba aspal yang akan diadakan, dengan dibantu Divisi Competition CUBE, akhirnya kami mendapatkan informasi awal berupa Perilisan TOR Lomba pada tanggal 15 Januari 2020.

Lomba aspal nasional ini mengusung tema “Inovasi Pengolahan Limbah Sebagai Filler Pada Campuran HRS-WC” sehingga dalam proses menentukan inovasi yang akan kami gunakan perlu melalui waktu yang panjang, dengan dibantu oleh bapak Ir. Agus Riyanto,M.T. sebagai dosen pembimbing dan juga rekan kakak tingkat, kami memutuskan menjadikan limbah granit sebagai inovasi, dengan tujuan utama sebagai bahan untuk meningkatkan mutu perkerasan jalan dan juga dapat mendayagunakan limbah tersebut menjadi sesuatu yang lebih bernilai.

Dari semua proses yang sudah dijalani tentu tak luput dari kendala-kendala yang menghalangi, mulai dari pencarian material, sampai penentuan kadar aspal optimum, tapi semua kendala tersebut dapat diatasi dengan baik, berkat dukungan dari semuanya. Sampai akhirnya kami Bratasena-CUBE mampu maju sebagai finalis dari lomba yang diikuti 26 perwakilan dari PTN dan PTS di seluruh penjuru negri. Tapi kendala yang terbesar justru datang tepat sebelum pengumunan finalis, yaitu tersebarnya virus Covid-19 di Indonesia, sehingga menghambat kami dalam persiapan menghadapi final ini, dan juga menghambat berjalannya proses final juga tentunya, dengan usaha para panitia, untuk pertama kalinya diadakan final secara daring melalui room pada Layanan Zoom yaitu dengan video call. Sekalipun demikian kami akhirnya mampu keluar sebagai juara ke 3, dan mampu mengharumkan nama UMS dan juga Fakultas teknik.