Beranda
Profil Fakultas Teknik
Download
Web Links
Rubrik
Interaktif
Buku Tamu
Kirim Artikel
Kontak Kami
Aktifasi User
Profil Jurusan
Teknik Sipil
Teknik Mesin
Teknik Arsite
Teknik Elektro
Teknik Kimia
Teknik Industri
Jadwal Terpadu UMS
Rapi
Rubrik
Seputar FT UMS
Jurusan Teknik Sipil
Jurusan Teknik Mesin
Jurusan Teknik Arsitektur
Jurusan Teknik Elektro
Jurusan Teknik Kimia
Jurusan Teknik Industri
Artikel Terakhir
Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) 2014/2015
Dosen FT UMS mengikuti CDIO di Singapura
Pelatihan CDIO Part VI
Pelatihan CDIO Part V
Rintisan Kerjasama FT UMS dengan ITB
Prosedur Program pencangkokan Mahasiswa FT-UMS ke ITS
FGDT-PTM IV: Ajak Para Ahli Teknologi Berwirausaha
Meteri Kuliah
Ruang Hijau Kota
Administrator

Jika anda ingin konfirmasi tentang web Fakultas Teknik Silahkan Hubungi:
  • +6271717417-247
  • +6271717417-235

Atau di:

Yahoo Messenger :
�Amd
�Udin

   


PUSAT STUDI TRANSPORTASI

Kamis, 19 Februari 09 - oleh : Sri Sunarjono


PUSAT STUDI TRANSPORTASI
TEKNIK SIPIL - UMS

PROPOSAL RISET TENTANG
STUDI MEKANIKA ASPAL, MEKANIKA TANAH DAN
REKAYASA ALAT UNTUK BAHAN PERKERASAN JALAN
(DISERTAI PEMBERDAYAAN RISET GRUP)

Dr. Ir. Sri Sunarjono
ssunarjono@gmail.com

RINGKASAN
Pengujian properties material perkerasan jalan di laboratorium-laboratorium Indonesia pada umumnya masih menggunakan alat-alat standar dengan sistem pembebanan statis yang tidak sesuai dengan kondisi nyata di lapangan. Penelitian ini dirancang untuk mendisain dan merakit peralatan skala laboratorium dengan pendekatan sistem pembebanan dinamis untuk memanufaktur dan menguji material perkerasan, serta alat produksi foamed bitumen yang merupakan bahan pengikat material cold mix. Disain alat didasarkan kepada analisis mekanika aspal (untuk lapis permukaan) dan mekanika tanah (untuk lapis pondasi). Selain itu, penelitian ini juga didisain untuk sekaligus melakukan pemberdayaan grup riset dosen yang mampu menghasilkan berbagai riset unggulan.
Penelitian akan dikelompokkan menjadi 3 (tiga) grup yang masing-masing fokus melakukan penelitian material perkerasan jalan pada aspek (1) mekanika aspal, (2) mekanika tanah, dan (3) rekayasa alat. Ketiga grup ini secara sinergis akan melakukan 9 (sembilan) kegiatan inti yang merupakan turunan tiga aspek diatas dalam waktu 3 (tiga) tahun.
Luaran yang diharapkan dari penelitian ini adalah (1) terbentuknya grup penelitian dosen sebagai centre of knowledge, (2) tersusunnya proposal penelitian yang dapat diajukan ke pihak lain, (3) terciptanya alat-alat baru skala laboratorium yang sangat bermanfaat untuk penelitian lanjutan, (4) Pemahaman terhadap karakteristik dasar material perkerasan yang diproduksi, di manufaktur dan diuji menggunakan alat baru,dan (5) publikasi ilmiah dan hak paten.

Latar Belakang
Jalan adalah bangunan infrastruktur untuk melayani mobilitas transportasi orang dan barang. Konstruksi jalan didisain agar mampu memikul beban lalu lintas kendaraan selama umur pelayanannya dengan aman dan nyaman. Dalam kaitan inilah, penelitian dibidang material perkerasan jalan sangat dibutuhkan agar disain konstruksi jalan memenuhi syarat teknis, ekonomis dan lingkungan. Sayangnya, belum banyak grup penelitian yang mengkaji material perkerasan jalan secara konsisten, terpadu dan berkelanjutan, termasuk di Jurusan Teknik Sipil UMS. Hal ini adalah peluang penelitian sekaligus tantangan.

Konstruksi jalan terdiri atas beberapa lapis perkerasan, yaitu lapis permukaan, lapis binder, lapis pondasi (base dan sub-base course) dan tanah dasar. Teknologi lapis permukaan dan binder berkaitan dengan ilmu mekanika aspal sedangkan teknologi lapis pondasi dan tanah dasar berkaitan dengan ilmu mekanika tanah. Bila beban kendaraan bekerja, seluruh lapisan perkerasan dari atas ke bawah akan menerima beban dinamis, yang menyebabkan terjadinya tegangan dan regangan di setiap titik kedalaman. Kekuatan modulus material perkerasan di lapisan atas akan mendistribusikan tegangan ke lapis dibawahnya agar tidak terjadi regangan yang berlebihan. Tegangan beban adalah penyebab kerusakan deformasi (lendutan) sedangkan regangan yang terjadi dapat menjadi penyebab kerusakan retak. Mekanisme kerusakan inilah yang seharusnya menjadi dasar perencanaan perkerasan dan program pemeliharaan jalan. Oleh karenanya parameter modulus, ketahanan terhadap retak dan deformasi dikenal sebagai parameter fundamental material perkerasan jalan.

Sayangnya, berbagai penelitian dan perencanaan perkerasan material jalan masih didasarkan pada properties enjinering konvensional yang tidak mempresentasikan kinerja material yang sesungguhnya saat memberi pelayanan di lapangan. Properties enjinering konvensional tersebut adalah parameter Marshall (untuk mix-design campuran aspal) dan CBR atau California Bearing Ratio (untuk perencanaan pondasi dan tanah dasar). Oleh karenanya, sudah saatnya untuk melakukan penelitian dengan menggunakan parameter-parameter yang fundamental.

Tipikal alat standar laboratorium yang digunakan untuk penelitian material perkerasan jalan adalah (1) material dipadatkan dengan menggunakan sistem vertical impact yaitu Marshall hammer, (2) material diuji dengan menggunakan CBR test atau Marshal test. Di lapangan, material dipadatkan dengan roller yang memungkinkan partikel agregat mendapatkan beban vertikal dan horisontal sekaligus. Kerusakan jalan jenis retak dan deformasi di lapangan disebabkan oleh beban berulang, bukan beban statik. Oleh karenanya perlu dikaji metode pemadatan yang mendekati proses riel di lapangan dan metode pengujian yang menggunakan beban dinamis yang bersifat cyclic (berulang-ulang). Selama ini, para peneliti masih terpaku menggunakan alat standar yang ada dan jarang ada upaya untuk melakukan rekonstruksi alat agar pengujian sesuai dengan sistem yang berlaku di lapangan.

Isu lingkungan mendorong penggunaan salah satu material perkerasan jalan yang ramah lingkungan, yaitu foamed asphalt (FA). Keuntungan penggunaan FA adalah, (1) proses pencampuran secara dingin mendorong isu penghematan penggunaan bahan bakar, (2) tidak harus menggunakan fresh aggregate tetapi dapat memanfaatkan bahan limbah seperti reclaimed asphalt pavement (RAP). Hal ini mendorong isu pengurangan eksploitasi sumber alam, mengatasi problem limbah dan menjaga keseimbangan alam, dan (3) penggunaan FA di lapangan dengan metode in-situ recycling (daur ulang di tempat) dapat menambah efektifitas kerja sehingga mendorong penghematan energi dan transportasi serta mereduksi dampak polusi atau emisi gas rumah kaca. Selama ini penelitian masih berkonsentrasi pada material hot-mix yang kurang ramah lingkungan. Di Indonesia, penggunaan foamed asphalt baru dalam 2 (dua) tahun ini dan baru ada 2 buah laboratorium yang mempunyai alat pemroduksi foamed bitumen.
Berdasarkan uraian diatas, saat ini sangat diperlukan penelitian-penelitian yang bertemakan mekanika aspal, mekanika tanah dan rekayasa alat untuk perkerasan jalan. Proposal ini dirancang untuk menggarap tiga bidang penelitian tersebut.

Perumusan Masalah
a) Di Jurusan Teknik Sipil UMS belum terbentuk grup penelitian yang aktif melakukan kajian secara konsisten, terpadu dan berkelanjutan di bidang material perkerasan jalan.
b) Beberapa permasalahan penelitian di bidang perkerasan jalan, yaitu (1) masih menggunakan kajian enjinering konvensional yang tidak mempresentasikan kinerja material yang sesungguhnya saat memberi pelayanan di lapangan, (2) masih terpaku menggunakan alat standar dan konvensional yang sistem pembebanannya tidak sesuai dengan realitas di lapangan, dan (3) material perkerasan jalan yang ramah lingkungan belum dikaji secara mendalam.

Target Grup
Target penelitian adalah sebagai berikut:
• Terbentuknya grup peneliti aktif (dengan melibatkan mahasiswa) di Jurusan Teknik Sipil UMS yang menghasilkan riset-riset unggulan dibidang teknologi perkerasan yang menjadi referensi bagi para peneliti di Indonesia ataupun internasional.
• Tersusunnya proposal-proposal baru terkait dengan topik-topik penelitian material jalan yang diproduksi atau di manufaktur dengan alat baru dan di uji dengan alat baru atau dengan alat hasil modifikasi.
• Terciptanya alat-alat baru skala laboratorium untuk produksi, manufaktur dan pengujian material perkerasan.
• Pemahaman terhadap karakteristik dasar material perkerasan yang diproduksi atau di manufaktur dengan alat baru dan di uji dengan alat baru atau dengan alat hasil modifikasi serta perbandingannya dengan hasil pengujian dengan menggunakan alat standar.
• Dihasilkan disain dan rakitan alat baru (modifikasi alat) yang dapat dipatenkan.
• Dihasilkan artikel publikasi baik di jurnal maupun di seminar.

ROAD MAP RISET
Road map riset sebelumnya
Brown (1997) memperkenalkan terminologi ilmu mekanika aspal (untuk analisis lapis perkerasan beraspal) dan mekanika tanah (untuk analisis material granular dan tanah) dalam perencanaan perkerasaan jalan. Ruang lingkup dan problem dalam kedua ilmu tersebut telah dibahas secara rinci di dalam Brown (1996 dan 1997).

Problem utama dalam ilmu mekanika tanah yang ingin dipecahkan adalah mengenai respon material tanah dan granular (kerikil) terhadap beban dinamis kendaraan yang bersifat cyclic (berulang) dan menerapkan respon ini untuk disain perkerasan jalan. Respon tersebut dapat dipelajari dengan menggunakan alat Repeated load triaxial (RLT) test (Cheung, 1994) dan atau Springbox (Edward et al, 2004) untuk mempelajari nilai modulus dan deformasi permanen. Namun demikian, properties material berdasarkan repeated load belum dipakai secara formal untuk parameter disain. Sampai saat ini, properties CBR (California Bearing Ratio) masih banyak dipakai terutama di negara-negara berkembang. Oleh karenanya, penyelidikan aspek mekanika tanah pada disain perkerasan jalan masih terbuka lebar.
Perkembangan penerapan ilmu mekanika aspal lebih maju dari pada ilmu mekanika tanah. Saat ini, penyelidikan properties fundamental material beraspal dapat menggunakan fasilitas NAT (Nottingham Asphalt Tester) baik untuk penyedikan modulus, deformasi permanen dan fatig (lihat BS DD 213: 1993, BS DD 226: 1996 dan BS DD ABF: 2003). Fasilitas NAT ini dapat digunakan untuk menyelidiki properties material berdasarkan pembebanan cyclic. Problem utama fasilitas NAT adalah pada kondisi benda uji yang masih unconfined serta standar settingnya (rise time, tipe load dll). Fasilitas NAT juga belum familiar untuk pengujian durabilitas campuran. Namun demikian, fasilitas alat NAT dan sejenisnya belum diterapkan di Indonesia. Maka hal ini menjadi peluang dan tantangan penelitian mendatang.

Road map riset yang akan dilaksanakan
Sesuai penjelasan pada bagian Pendahuluan dan Tinjauan Pustaka serta memperhatikan road map riset sebelumnya, maka pengembangan penelitian ke depan untuk mempelajari karakteristik material perkerasan jalan dapat difokuskan pada dua aspek yaitu aspek mekanika aspal dan tanah. Untuk mendukung penelitian kedua aspek ini diperlukan alat yang sesuai yaitu alat dengan pembebanan dinamis sesuai dengan karakteristik beban kendaraan di lapangan.
Oleh karenanya, proposal riset ini difokuskan pada tiga aspek kegiatan besar, yaitu aspek mekanika aspal, mekanika tanah, dan rekayasa alat. Masing-masing ketiga kegiatan besar tersebut direncanakan digarap selama tiga tahun secara sinergis dan berkelanjutan. Maka akan dibentuk tiga grup penelitian, yaitu:
• Grup 1: penelitian mekanika aspal (PMA),
• Grup 2: penelitian mekanika tanah (PMT), dan
• Grup 3: penelitian rekayasa alat (PRA).
Dari tiga kegiatan besar tersebut kemudian diturunkan menjadi 9 (sembilan) kegiatan inti yang tersebar dalam tiga grup selama tiga tahun. Pada prinsipnya, kategori kegiatan tiap tahunnya adalah:
• Tahun 1: Perumusan konsep, review pengujian standard dan penyusunan konsep & disain alat,
• Tahun 2: Perakitan alat dan penyelidikan karakteristik material yang diproduksi atau diuji dengan alat standar konvensional, dan
• Tahun 3: Penyelidikan karakteristik material yang diproduksi atau diuji dengan alat rakitan baru dan penyempurnaan alat.
Selanjutnya sembilan kegiatan inti tersebut dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1. Jenis-jenis kegiatan dan grup yang akan dilaksanakan
Tahun Kegiatan

Tahun I
Kegiatan 1 (K – 1), Grup 1 (PMA)

01
Kajian Pendahuluan: (a) Review terminologi, lingkup dan penerapan mekanika aspal dalam disain perkerasan aspal, (b) Identifikasi isu-isu penting tentang penelitian mekanika aspal baik pada aspek enjinering maupun aspek lingkungan.
02 Kajian teoritis mekanika sistem pembebanan lalu lintas kendaraan terhadap lapisan beraspal (lapis permukaan, binder dan base course). Kajian yang dimaksud adalah termasuk perumusan jenis beban dan cara beban bekerja.
03 Kajian Pustaka: (a) Berbagai metode pemadatan (laboratorium dan lapangan) dan karakteristik kepadatan material yang dihasilkan untuk campuran aspal, (b) Karakteristik campuran aspal berdasarkan properties enjinering konvensional dan properties fundamental serta korelasi antara keduanya.
04 Review Prinsip Dasar: (a) Pengujian properties enjinering (misal metode Marshall) dan pengujian properties fundamental (misal menggunakan NAT dan RLT test), (b) Pembuatan aspal emulsi dan foamed bitumen
05 Kajian enjinering dan lingkungan terhadap material campuran aspal yang diolah secara panas (hot-mix) dan dingin (cold-mix) serta investigasi properties campuran lepas RAP-foamed bitumen.
Kegiatan 2 (K – 2), Grup 2 (PMT)
01 Kajian Pendahuluan: (a) Review terminologi, lingkup dan penerapan mekanika tanah dalam disain perkerasan aspal, (b) Identifikasi isu-isu penting tentang penelitian mekanika tanah baik pada aspek enjinering maupun aspek lingkungan;
02 Kajian Teoritis: (a) Mekanika sistem pembebanan lalu lintas kendaraan terhadap lapis pondasi (unbound granular) dan tanah dasar jalan. Kajian yang dimaksud adalah termasuk perumusan jenis beban dan cara beban bekerja, (b) Perumusan konsep cara pengujian laboratorium yang mendekati sistem pembebanan di lapangan untuk material lapis pondasi dan tanah dasar
03 Kajian Pustaka: (a) Berbagai metode pemadatan (laboratorium dan lapangan) dan karakteristik kepadatan yang dihasilkan untuk material granular dan tanah, (b) Karakteristik material granular dan tanah berdasarkan properties enjinering konvensional dan properties fundamental serta korelasi antara keduanya.
04 Review prinsip dasar pengujian CBR (termasuk mempelajari kemungkinan penerapan repeated load) dan triaxial (beban statis dan dinamis);
05 Investigasi properties material limbah RAP
Kegiatan 3 (K – 3), Grup 3 (PRA)
Konsep dan atau disain alat-alat untuk pengujian material perkerasan jalan, yang terdiri atas:
01 Konsep dan disain teknis alat pemadat roller slab (APRS)
02 Konsep dan disain teknis alat wheel tracking test (AWTT)
03 Konsep modifikasi alat triaxial (MAT)
04 Konsep modifikasi alat Marshall (MAM),
05 Konsep alat untuk produksi foamed bitumen (APFB)
Tahun 2 Kegiatan 4 (K – 4), Grup 1 (PMA)
Penyelidikan terhadap material hot-mix dan cold-mix asphalt:
01 Investigasi karakteristik kepadatan material yang dipadatkan dengan sistem pemukulan vertikal (menggunakan Marshall hammer) dan menggunakan stamper.
02 Investigasi karakteristik campuran aspal berdasarkan sifat Marshall, UCS (Unconfined Compression Strength) dan triaxial (statis).
03 Analisis perbandingan campuran HMA dan CMA berdasarkan aspek enjinering (pengujian standard konvensional) dan lingkungan.
Kegiatan 5 (K – 5), Grup 2 (PMT)
Penyelidikan terhadap material tanah (termasuk tanah yang distabilisasi) dan granular:
01 Investigasi karakteristik kepadatan material yang dipadatkan dengan sistem pemukulan vertikal (menggunakan Proctor) dan menggunakan stamper.
02 Investigasi karakteristik material berdasarkan CBR test, UCS dan triaxial test.
03 Investigasi pengaruh kondisi kadar air material (unsaturated, saturated dan partially saturated state) terhadap properties enjinering campuran.
04 Investigasi bahan stabilisasi untuk tanah berdasarkan properties enjinering.
Kegiatan 6 (K – 6), Grup 3 (PRA)
01 Perakitan alat-alat (termasuk melakukan percobaan dan kalibrasi alat):
(a) Alat pemadat roller slab (APRS), (b) Alat wheel tracking test (AWTT)
02 Pembuatan disain teknis: (a) modifikasi alat triaxial (MAT), (b) modifikasi alat Marshall (MAM), dan (c) alat untuk produksi foamed bitumen (APFB)
03 Penyusunan Proposal ke industri untuk perakitan alat: (a) modifikasi alat triaxial (MAT), (b) modifikasi alat Marshall (MAM), dan (c) alat untuk produksi foamed bitumen (APFB)
Tahun 3 Kegiatan 7 (K – 7), Grup 1 (PMA)
Investigasi terhadap material hot-mix dan cold-mix:
01 Investigasi karakteristik kepadatan material yang dipadatkan dengan alat pemadat roller slab (APRS) serta perbandingannya dengan hasil Kegiatan K-4/ 01.
02 Investigasi properties material menggunakan alat wheel tracking test (AWTT): (a) deformasi permanen, (b) fenomena retakan atau cracking, dan (c) respon regangan. Hasil investigasi dibandingkan dengan hasil kegiatan K-4/ 02.
03 Analisis perbandingan campuran HMA dan CMA berdasarkan aspek enjinering (pengujian properties fundamental) dan lingkungan.
Kegiatan 8 (K – 8), Grup 2 (PMT)
01 Investigasi karakteristik kepadatan material yang dipadatkan dengan alat pemadat roller slab (APRS) serta perbandingannya dengan hasil Kegiatan K-5/ 01
02 Investigasi properties deformasi permanen material menggunakan alat wheel tracking test (AWTT). Hasil investigasi dibandingkan dengan hasil kegiatan K-5/ 02.
03 Investigasi pengaruh kondisi kadar air material (unsaturated, saturated dan partially saturated state) terhadap properties fundamental campuran.
04 Investigasi bahan stabilisasi untuk tanah berdasarkan properties fundamental.
Kegiatan 9 (K – 9), Grup 3 (PRA)
01 Evaluasi dan penyempurnaan perakitan alat-alat: (a) Alat pemadat roller slab (APRS), (b) Alat wheel tracking test (AWTT)
02 Pengajuan hak paten APRS dan AWTT
03 Perancangan pengembangan APRS dan AWTT
04 Perakitan alat-alat (a) modifikasi alat triaxial (MAT), (b) modifikasi alat Marshall (MAM), dan (c) alat untuk produksi foamed bitumen (APFB).

Keberlanjutan Grup
Proposal penelitian ini khusus diarahkan untuk melakukan beberapa hal sebagai berikut, yaitu: (1) terbentuk grup riset aktif dengan bidang garap konsisten di bidang perkerasan jalan (sebagai pionir Pusat Studi Transportasi), (2) pengembangan properties mekanika fundamental untuk material perkerasan beserta cara pengujiannya, dan (3) membuat konsep dan disain, serta merakit alat baru atau modifikasi alat pada skala laboratorium. Diharapkan bila riset yang akan dilakukan selama 3 tahun ini selesai, maka grup riset sudah mempunyai 3 buah modal utama, yaitu modal Lembaga Pusat Studi, modal ilmu mekanika fundamental tentang perkerasan dan modal alat.
Modal Lembaga Pusat Studi akan menjadi garansi keberlanjutan grup untuk melaksanakan riset. Pertama, organisasi dan manajemen kerja akan memudahkan menjalankan berbagai macam aktifitas riset. Pusat Studi akan menjadi kantor kerja yang efektif untuk melaksanakan aktifitas, dan akan menjadi pusat akses komunikasi dengan berbagai mitra kerja. Kedua, berbagai program kerja akan lebih kondusif dikembangkan bila didukung adanya lembaga Pusat Studi. Ketiga, adanya lembaga akan memudahkan pengembangan manajemen finansial sebagai elemen penting pendukung aktifitas riset. Mitra kerja yang potensial adalah antara lain Bappeda, Dinas PU, asosiasi professional, industri konstruksi, dan universitas lain.
Modal ilmu mekanika fundamental perkerasan jalan akan menjadi modal penting keberlanjutan grup, karena dari modal ilmu inilah dapat dirumuskan berbagai solusi problematika dasar dan aplikasi di lapangan. Sedangkan modal alat akan menjadi investasi berharga jangka panjang untuk melakukan penelitian original yang unggul serta spesifik karena alat yang dikembangkan berbeda dengan alat standar dan alat yang dipunyai oleh laboratorium lain. Berbagai jenis penelitian lanjutan yang potensial pasca riset yang diusulkan ini selesai (setelah 3 tahun) dapat dilihat pada Tabel 2.
Tabel 2. Berbagai Potensi Penelitian Lanjutan dan Target Sumber Pembiayaannya
No Jenis Penelitian Grup terkait Target Sumber Biaya
1 Penelitian dasar untuk memecahkan problem teoritis model pengujian skala laboratorium yang paling mendekati kondisi riel di lapangan Grup 1 dan 2 Penelitian Fundamental
2 Identifikasi karakteristik berbagai material campuran aspal (Asphalt concrete, Hot Rolled Asphalt, Split Mastic Asphalt, Asphalt Treated Base, Aspal Emulsi, Cold-mix Foamed Asphalt , Warm-mix Foamed Asphalt) menggunakan parameter stiffness modulus, deformasi permanen dan retak fatig) Grup 1 Hibah Pekerti dengan sasaran TPM dari UGM, ITB atau Puslitbang Jalan PU Bandung
3 Pengembangan teknologi campuran aspal dingin (cold-mix asphalt) yang ramah lingkungan Grup 1 RAPID
4 Penyelidikan durabilitas campuran aspal dan tanah yang distabilisasi Grup 1 dan 2 Hibah Bersaing
5 Penyusunan spesifikasi dan pedoman teknis penggunaan material foamed asphalt Grup 1 Hibah Pasca
6 Penyelidikan respon berbagai jenis tanah (misal clay, silt, expansive soil) dan granular (misal agregat klas A, B dan C) terhadap beban cyclic dengan berbagai level stress. Grup 2 Hibah Pekerti
7 Perumusan parameter properties tanah dan granular untuk analisis disain perkerasan jalan Grup 2 Penelitian fundamental
8 Penyelidikan berbagai pengaruh bahan stabilisasi dan filler aktif untuk material tanah dan CMA Grup 1 dan 2 Hibah Bersaing
9 Penelitian dasar stress variable pada material tanah dan granular pada kondisi saturated, unsaturated dan partially saturated state. Grup 2 Penelitian fundamental
10 Pengembangan berbagai alat pengujian skala laboratorium dan half-scale untuk mengetahui properties fundamental material perkerasan jalan baik lapis beraspal, granular maupun tanah Grup 3 RAPID dan Industri perakitan peralatan (misal MBT Bandung)

Keberlanjutan berbagai penelitian ke depan sangat terbuka lebar karena penelitian ini juga sekaligus didisain untuk memberdayakan grup riset dosen-dosen di Jurusan. Hal ini berarti para dosen tidak hanya dirangsang dengan berbagai motivasi untuk melakukan riset namun juga ditawari berbagai topik penelitian dengan menggunakan alat baru. Seluruh skema penelitian akan melibatkan mahasiswa baik sebagai asisten penelitian maupun untuk topik Tugas Akhir.

DISAIN PEMBERDAYAAN GRUP
Profil Grup Penelitian
Profil para peneliti dari masing-masing grup adalah sebagai berikut (Tabel 3):
Tabel 3. Profil Grup Penelitian
No Nama Keahlian Pengalaman
Grup 1- Para Peneliti Mekanika Aspal
1 Ir. Sri Sunarjono, MT., PhD Ahli material perkerasan jalan (Foamed Asphalt) 18 tahun
2 Muslich Hartadi S, ST., MT, PhD Ahli mekanika fundamental (bond between layers) dan disain perkerasan 9 tahun
3 Ir. Agus Riyanto SR, MT. Ahli material hot-mix asphalt dan penanganan kerusakan jalan 20 tahun
4 Senja Rumharnaeni, ST., MT. Ahli stabilisasi material 7 tahun
5 Ir. Sri Widodo, MT. Ahli Cold-mix asphalt (Aspal emulsi) dan pelaksanaan konstruksi 20 tahun
6 Ir. Marsono, MT. Ahli material campuran aspal menggunakan limbah katalis 12 tahun
Grup 2- Para Peneliti Mekanika Tanah
1 Ir. Sugiyatno Ahli geoteknik (umum) 17 tahun
2 Ir. Renaningsih, MT. Ahli rekayasa perbaikan tanah 15 tahun
3 Qunik Wiqoyah, ST., MT. Ahli stabilisasi tanah ekspansif 12 tahun
4 Agus Susanto, ST., MT. Ahli analisis tanah unsaturated 7 tahun
5 Ir. Sri Widodo, MT. Ahli mekanika tanah dan geotekstil 20 tahun
6 Ir. Sri Sunarjono, MT., PhD Ahli perbaikan tanah sub-grade 18 tahun
Grup 3- Para Peneliti Rekayasa Alat
1 Ir. Aliem Sudjatmiko, MT. Ahli rekayasa alat 20 tahun
2 Muh. Ujianto, ST., MT. Ahli rekayasa alat beban cyclic 10 tahun
3 Ir Sugiyatno Ahli rekayasa alat beban statis 17 tahun
4 Muslich Hartadi Sutanto, ST., MT., PhD. Ahli mekanika alat laboratorium 9 tahun

METODE PENELITIAN
Penelitian ini akan dilaksanakan secara bertahap mengikuti langkah-langkah kerja seperti ditampilkan pada bagan alir pada Gambar 1. Pada praproposal ini, langkah-langkah kerja masih berdasarkan pada sembilan kegiatan inti sebagaimana dijelaskan pada Tabel 1. Bagan alir dimaksudkan agar ada kejelasan mengenai grup yang akan melakukan setiap kegiatan, tahap tahun pelaksanaan setiap kegiatan, hubungan antar kegiatan serta luaran yang ditargetkan, sehingga langkah-langkah kegiatan dapat diyakinkan untuk mencapai target penelitian.

Kegiatan K-1 dan K-2 dapat dilaksanakan secara paralel, sedangkan kegiatan K-3 dapat dilakukan setelah ada gambaran hasil kegiatan K-1 dan K-2. Begitu disain alat pada kegiatan K-3 selesai maka kegiatan perakitan alat (K-6) dapat dilakukan, sedangkan kegiatan K-4 dan K-5 dapat dilakukan secara terpisah dan paralel. Kegiatan K-7 dan K-8 hanya dapat dilakukan setelah kegiatan K-6 selesai dan akhirnya kegiatan untuk penyempurnaan perakitan alat (K-9) dapat dilakukan di akhir penelitian. Luaran yang ditargetkan setiap tahun sebagaimana dijelaskan pada Tabel 2 adalah hasil pelaksanaan dari kegiatan-kegiatan ketiga grup yang dibentuk.

kirim ke teman | versi cetak

Berita Jurusan Teknik Sipil Lainnya

Stabilisation to Improve Subgrade Performance
Review on Laboratory Dynamic Compactor
Primavera Dalam Dunia Kerja
Arah Pendidikan dan Kurikulum berbasis Kompetensi
Bond between Pavement Layers

Komentar Pengunjung

Toward to research university
Jumat, 01 Mei 09 - oleh : Arif Widiyanto
Semoga impian untuk menuju pusat studi transportasi dan geoteknik bisa tercapai. Setidaknya untuk lingkup Jawa Tengah


Your Name :
Your Email :
Comment's Title :
Comment :
Security Code : Security Code
Type Code :

 
 

| beranda | guestbook | kirim artikel | download | webmail | contact |
Fakultas Teknik - Universitas Muhammadiyah Surakarta
Jl. A. Yani Tromol Pos I Pabelan Kartasura, Sukoharjo 57102 Telp.+62-271-717417 ext. 212 Faks. +62-271-715448