Beranda
Profil Fakultas Teknik
Download
Web Links
Rubrik
Interaktif
Buku Tamu
Kirim Artikel
Kontak Kami
Aktifasi User
Profil Jurusan
Teknik Sipil
Teknik Mesin
Teknik Arsite
Teknik Elektro
Teknik Kimia
Teknik Industri
Jadwal Terpadu UMS
Rapi
Alumni
Rubrik
Seputar FT UMS
Jurusan Teknik Sipil
Jurusan Teknik Mesin
Jurusan Teknik Arsitektur
Jurusan Teknik Elektro
Jurusan Teknik Kimia
Jurusan Teknik Industri
Alumni
Artikel Terakhir
Call for Papers the first International Conference on Engineering Technology and Industrial Applicat
RAPI 2014 "Inovasi Keteknikan untuk Pembangunan Berkelanjutan"
RAPI 2014 "Inovasi Keteknikan untuk Pembangunan Berkelanjutan"
RINI KUSUMAWARDANI
“Suka menjadi Guru tetapi Lebih Suka Menghadapi Pekerjaan yang Ada di Hadapannya Sekarang
KESEDERHANAAN ADALAH SEBAGIAN DARI KECERDASAN
Tim Robot Juara II
Meteri Kuliah
Ruang Hijau Kota
Administrator

Jika anda ingin konfirmasi tentang web Fakultas Teknik Silahkan Hubungi:
  • +6271717417-247
  • +6271717417-235

Atau di:

Yahoo Messenger :
�Amd
�Udin

   


Review on Laboratory Dynamic Compactor

Jumat, 06 Maret 09 - oleh : Dr. Ir. Sri Sunarjono

State of the art

Konstruksi jalan terdiri atas beberapa lapis perkerasan, yaitu lapis permukaan, lapis pondasi atas (base coures), lapis pondasi bawah (sub-base course) dan tanah dasar (sub-grade). Beban kendaraan diatas lapis permukaan didistribusikan ke lapis perkerasan di bawahnya dengan pola semakin ke bawah semakin besar luas beban kerjanya, sehingga tegangan (stress) yang terjadi di lapis bawah lebih kecil dari pada tegangan yang terjadi di lapis atas. Dengan demikian, material lapis atas memerlukan mutu yang lebih baik dari pada lapis bawah. Dengan alasan inilah, menurut Liddle (1962) lapisan perkerasan dibuat berlapis-lapis supaya lebih efisien.
Untuk dapat memikul beban tertentu, suatu material perkerasan harus mempunyai kekuatan (strength) atau modulus tertentu. Dan untuk mencapai kekuatan tertentu tersebut, material yang merupakan campuran antara agregat dan aspal (untuk lapis permukaan lentur) harus mempunyai kepadatan (density) sesuai persyaratan atau spesifikasi yang telah ditentukan. Oleh karenanya Vazirani and Chandola (1978) menjelaskan bahwa sebuah proses pemadatan sangat diperlukan dalam membuat bahan perkerasan jalan agar suatu material tersebut mempunyai kepadatan dan daya dukung cukup dalam memikul beban. Semmelink (1995) juga menjelaskan bahwa bila suatu material perkerasan tidak dipadatkan secara optimal saat pelaksanaan konstruksi, maka material ini akan terpadatkan oleh beban lalu lintas sehingga terjadilah bahaya ‘rutting’ atau ‘permanent deformation’ (lendutan permanen). Lebih jauh Airey (2000) menambahkan bahwa untuk suatu campuran aspal, proses pemadatan sangat berpengaruh terhadap komposisi volumetrik campuran yaitu proporsi antara besaran void in the mix (VIM), void in mix aggregate (VMA) dan kadar aspal yang mana parameter-parameter ini sangat berpengaruh terhadap performa campuran dalam melayani beban lalu lintas.
Pemadatan adalah suatu proses yang mana partikel-partikel solid dirapatkan secara mekanis sehingga volume rongga dalam campuran mengecil dan kepadatan campuran meningkat (lihat Head, 1980). Crispino dkk. (2007) menambahkan bahwa salah satu tujuan penting proses pemadatan adalah untuk pengaturan distribusi partikel agregat dalam campuran sehingga menghasilkan konfigurasi agregat optimum dalam mencapai kepadatan yang ditargetkan.
Gudimettla dkk. (2003) sependapat bahwa kemudahan material campuran perkerasan dipadatkan bukan hanya dipengaruhi oleh properties campuran yaitu suhu campuran, properties agregat dan properties aspal, namun juga oleh alat pemadat yang digunakan. Secara otomatis, parameter properties campuran dan alat pemadat juga akan berpengaruh terhadap kepadatan campuran yang dihasilkan.
Secara umum ada dua jenis alat pemadat yaitu jenis statik dan dinamik. Alat pemadat statik menggunakan berat beban mati untuk memberikan efek pemadatan. Efek pemadat jenis ini akan berkurang bila tebal lapisan material bertambah, dan efektifitasnya dapat ditingkatkan dengan cara menambah berat bebannya. Sedangkan alat pemadat dinamik menggunakan kombinasi efek berat beban dan getaran terhadap material yang dipadatkan. Efek getaran dapat mereduksi gaya gesek internal (internal friction) antar agregat sehingga partikel-partikel agregat akan lebih mudah bergerak mengisi rongga yang ada menuju posisi yang lebih padat. Diskusi tentang jenis alat pemadat ini dapat ditemukan di Dynapac (2000), Jaselskis (2001) dan Crispino dkk. (2007).

Hasil yang sudah dicapai

Abo-Qudais dan Qudah (2007) telah melakukan penyelidikan secara intensif terhadap dua hal, yaitu (1) pengaruh metode pemadatan terhadap distribusi dan kadar rongga udara dalam campuran, (2) penentuan metode pemadatan di laboratorium yang lebih mendekati dengan metode pemadatan di lapangan. Material yang digunakan adalah jenis hot-mix asphalt dengan aspal pen 60/70 dan agregat jenis limestone dengan 3 jenis ukuran maksimum partikel (12,5mm, 19mm dan 25mm). Alat pemadat yang dipelajari adalah jenis Marhall hammer, Kneading compactor dan Gyratory compactor. Variabel yang digunakan adalah jumlah tumbukan (untuk Marshall hammer), besaran tekanan (untuk Kneading compactor) dan sudut pemadatan (untuk Gyratory compactor). Sedangkan parameter yang dievaluasi adalah nilai rongga udara atau VIM (void in the mix) dan rongga diantara agregat atau VMA (void in mineral aggregate). Penelitian ini memberikan tiga simpulan penting, yaitu: (1) Nilai VIM dan VMA serta distribusinya ditemukan tertinggi pada bagian tengah dari kedalaman spesimen, (2) metode pemadatan yang paling mendekati kondisi lapangan dipengaruhi oleh gradasi agregat dan parameter evaluasi yang dipakai, dan (3) Nilai VIM dan VMA maksimum untuk spesimen yang dipadatkan pada dua sisi (Marshall hammer) ditemukan pada posisi lebih dalam dibandingkan spesimen yang dipadatkan hanya pada satu sisi (Kneading compactor dan Gyratory compactor). Hanya saja sayangnya hasil-hasil ini belum dapat diketahui perbandingannya dengan hasil pemadatan nyata di lapangan. Orientasi posisi agregat pasca pemadatan di laboratorium dan perbandingannya dengan hasil di lapangan juga tidak dapat dianalisis dengan baik dalam penelitian ini.
Crispino dkk (2007) melakukan penyelidikan pemadatan di lapangan langsung (full-scale) dan mempelajari tentang pengaruh metode pemadatan terhadap properties permukaan material atau tepatnya makro teksturnya. Material yang dipakai adalah Asphalt base denga tebal 45mm dan 70mm, Stone Mastic Asphalt dengan tebal 40mm dan Asphalt Concrete dengan tebal 35mm. Sedangkan alat pemadat yang digunakan adalah jenis alat pemadat dinamik menggunakan alat penggetar dengan 3 buah variasi yaitu (1) circular vibrator pada kedua buah drum pemadat, (2) directed vibrator pada drum depan dan circular vibrator pada drum belakang, dan (3) circular vibrator pada drum depan dan oscillation vibrator pada drum belakang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Total Static Load (kombinasi berat beban dan jumlah lintasan) dan efek getar sangat mempengaruhi makro tekstur permukaan campuran. Sangat penting untuk dicatat bahwa bila jumlah lintasan terlalu banyak dan efek getaran terlalu tinggi justru memberikan hasil yang kontraproduktif yang mana permukaan perkerasan menjadi terlalu halus (berbahaya untuk slip kendaraan).

Studi pendahuluan yang sedang dilaksanakan

Mulai akhir tahun 2008, UMS meluncurkan Program Insentif Pemberdayaan Riset Unggulan (IPRU). Salah satu program unggulannya adalah riset di bidang material perkerasan jalan yang akan dilaksanakan selama 3 tahun. Program riset ini adalah pengembangan alat laboratorium yang berbasis pada properties fundamental material perkerasan jalan dengan pendekatan sistem pembebanan di lapangan baik pada tahap pembuatan spesimen maupun pengujian material. Salah satu alat yang dikembangkan adalah alat pemadat slab roller. Namun alat ini didesain tanpa penggetar dan fasilitas lainnya seperti pengontrol suhu dan pengukur tebal slab. Untuk mengakomodasi penambahan fasilitas-fasilitas ini maka perlu ada desain ulang alat pemadat agar tercapai sinkronisasi komponen alat dan cara kerjanya. Oleh karenanya, penelitian Hibah Bersaing ini diusulkan untuk melakukan konsep dan desain ulang serta perakitan alat terutama penambahan motor penggetar, kontrol suhu dan pengukur tebal slab.
Efek getaran pada alat pemadat diperlukan agar partikel-partikel halus material mampu mengisi rongga-rongga yang ada diantara partikel-partikel yang lebih besar pada saat proses pemadatan. Efek getaran ini membantu pencapaian kepadatan yang lebih tinggi. Penggunaan efek penggetar terutama diperlukan untuk material yang mempunyai distribusi ukuran butir merata (dense graded). Untuk material dengan ukuran butir halus dan seragam (uniformly graded) cenderung tidak memerlukan efek getar pada proses pemadatan. Oleh karenanya, motor penggetar akan didesain untuk bisa bekerja ’on’ ataupun ’off’ sesuai kebutuhan.
Kontrol suhu pada saat proses pemadatan mutlak diperlukan. Material campuran aspal harus dipadatkan pada rentang suhu tertentu yang tergantung dari jenis (viskositas) aspal dan jenis gradasi agregat. Menurut Airey (2000), viskositas aspal ideal saat pemadatan adalah berkisar antara 0,6 – 2 Pa.s (1 Pa.s= 10 Poises) untuk ’dense graded mixes’ dan antara 4 – 10 Pa.s untuk ’gap graded mixes’. Secara umum, rentang viskositas aspal untuk proses pemadatan akan dicapai pada suhu antara 80oC – 140oC tergantung dari jenis aspal (keras dan lunaknya aspal).

kirim ke teman | versi cetak

Berita Jurusan Teknik Sipil Lainnya

Stabilisation to Improve Subgrade Performance
Primavera Dalam Dunia Kerja
PUSAT STUDI TRANSPORTASI
Arah Pendidikan dan Kurikulum berbasis Kompetensi
Bond between Pavement Layers

Komentar Pengunjung

ARTIKEL PERKERASAN JALAN
Jumat, 18 Juli 14 - oleh : FAJAR PRA sipil 98
...Bagus pak dosen artikelnya...salam..


OBAT HERBAL HERNIA
Kamis, 13 Maret 14 - oleh : Fauzi Dara
Infonya sangat bermanfaat, jangan lupa kunjung balik.
http://goo.gl/RLZgVV
http://goo.gl/Qnehjm


OBAT HERBAL HERNIA
Kamis, 06 Februari 14 - oleh : OBAT HERBAL VITILIGo
Makasih banyak buat infonya... http://goo.gl/558ABP


Silaturahmi
Jumat, 24 Januari 14 - oleh : Fauzi
Informasi yang aktual , semua informasi yang diberikan bermanfaat sekali untuk kita semua http://goo.gl/qRZ9FS


Bersama majukan dunia teknik sipil Indonesia
Kamis, 26 Mei 11 - oleh : Aulia Rahman
Artikelnya sangat menarik.
Ditunggu tulisan berikutnya. Salam :)

Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Islam Indonesia
http://fcep.uii.ac. id/


Your Name :
Your Email :
Comment's Title :
Comment :
Security Code : Security Code
Type Code :

 
 

| beranda | guestbook | kirim artikel | download | webmail | contact |
Fakultas Teknik - Universitas Muhammadiyah Surakarta
Jl. A. Yani Tromol Pos I Pabelan Kartasura, Sukoharjo 57102 Telp.+62-271-717417 ext. 212 Faks. +62-271-715448