Fakultas Teknik UMS Gelar Sharing Pembelajaran Adaptif, Hadirkan Dosen STEI ITB
Surakarta, 4 September 2026 – Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (FT UMS) menggelar kegiatan Sharing Pembelajaran Adaptif sebagai bagian dari persiapan menghadapi perkuliahan semester gasal tahun akademik 2026/2027. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung H lantai 4 UMS (4/9/2026).
Sharing menghadirkan pembicara dari Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB, Ir. Burhanuddin Halimi, S.T., M.T., Ph.D., yang merupakan dosen sekaligus Kepala Program Studi Magister Teknik Elektro STEI ITB. Kegiatan ini menjadi forum berbagi pengalaman dan strategi dalam mengembangkan metode pembelajaran yang adaptif, efektif, serta mampu meningkatkan keterlibatan mahasiswa selama proses perkuliahan.
Kegiatan diawali dengan sambutan Dekan Fakultas Teknik UMS, Prof. Ir. Mochamad Solikin, Ph.D. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya bagi seluruh dosen untuk memahami kembali visi dan misi Fakultas Teknik sebagai landasan dalam menjalankan tugas akademik. Pemahaman tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan kinerja dosen, khususnya dalam melaksanakan proses pembelajaran dan memberikan pengalaman belajar terbaik bagi mahasiswa.
“Pemahaman terhadap visi dan misi menjadi bagian penting dalam menyelaraskan setiap aktivitas akademik, termasuk bagaimana dosen meningkatkan kualitas pembelajaran dan kinerjanya dalam mengajar,” ujar Prof. Solikin.
Dalam paparannya, Burhanuddin menekankan pentingnya pendekatan pembelajaran yang mampu menghubungkan materi akademik dengan pengalaman praktis mahasiswa. Salah satu poin yang disampaikan adalah “practical work can increase student interest”, bahwa kegiatan praktik dapat meningkatkan ketertarikan dan partisipasi mahasiswa dalam pembelajaran.
Selain itu, ia memperkenalkan pendekatan analogi sebagai salah satu metode untuk menyederhanakan konsep yang kompleks. Menurutnya, analogy approach can simplify and make easier to be understood, sehingga dosen dapat membantu mahasiswa memahami materi dengan mengaitkannya pada contoh atau situasi yang lebih familiar.
Burhanuddin juga menyoroti pentingnya penggunaan assessment rubric dalam proses pembelajaran. Rubrik penilaian dinilai menjadi kunci untuk memberikan indikator penilaian yang jelas, terukur, dan transparan kepada mahasiswa.
Tidak hanya membahas pembelajaran, kegiatan ini juga membuka peluang penguatan kerja sama antara UMS dan ITB melalui program Fast Track Sarjana–Magister (JKSM). Melalui program tersebut, mahasiswa UMS dan ITB berpeluang berkolaborasi dalam pembimbingan tugas akhir hingga melanjutkan studi jenjang magister di ITB.
Kegiatan Sharing Pembelajaran Adaptif diharapkan menjadi bekal bagi sivitas akademika Fakultas Teknik UMS dalam mempersiapkan perkuliahan semester gasal 2026/2027 sekaligus mendorong terciptanya proses pembelajaran yang semakin inovatif dan berorientasi pada kebutuhan mahasiswa. (bwj261)



