FT UMS Dorong Optimalisasi Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Jawa Tengah
ums.ac.id, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui Fakultas Teknik (FT) kembali menggelar rapat koordinasi rutin pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan SMP Jawa Tengah. Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin (31/8/2026) di Ruang J2.2, Gedung J, Kampus II UMS, sebagai bagian dari evaluasi perkembangan program sekaligus koordinasi pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Ketua Tim Pelaksana Program Revitalisasi, Ir. Nurhasan, M.T., menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bagian dari kerja sama antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah dengan UMS sebagai tim pelaksana dan pemantau program.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh Dekan Fakultas Teknik UMS, Ketua Program Studi Arsitektur, Ketua Program Studi Teknik Sipil, Ketua Program Studi PPar, dosen Arsitektur, tim pemantau, serta fasilitator. Pertemuan ini bertujuan mengevaluasi progres pelaksanaan program sekaligus mempersiapkan langkah strategis jelang monitoring dari Kementerian.
Dalam pemaparannya, Ir. Nurhasan menjelaskan bahwa pada tahun ini terdapat beberapa tahapan program, yaitu tahap reguler, ABT 1, dan ABT 2. Pada tahap ABT 1, UMS terlibat dalam 131 satuan pendidikan dengan dukungan 14 fasilitator yang terdiri atas 7 dosen dan alumni serta 7 fresh graduate. Sementara itu, perkembangan ABT 2 masih dalam proses dan belum dapat dipastikan lebih lanjut.
“Kami berharap progres pelaksanaan ABT 1 yang telah terunggah nantinya dapat menjadi gambaran untuk pelaksanaan ABT 2. Hal tersebut menjadi penting karena mekanisme pembagian termin pada program tahun ini mengalami perbedaan dibandingkan pelaksanaan di tahun sebelumnya. Kami juga berharap progres yang telah dilakukan oleh tim UMS dapat terlihat sebagai bagian dari capaian program secara nasional,” ujarnya Jumat, (4/9/2026).
Selain pelaksanaan pada satuan pendidikan SMP, lanjutnya, UMS juga tengah mengupayakan perluasan lingkup kerja sama pada satuan pendidikan lainnya. Sebelumnya, tim telah melakukan penjajakan terhadap satuan pendidikan luar biasa (SLB). Dalam perkembangannya, peluang kerja sama tersebut turut mengarah ke wilayah Kalimantan, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Papua.
Nurhasan menambahkan bahwa keberlanjutan program revitalisasi masih menjadi bagian yang terus dikaji. Pada tahun ini terdapat program Bantuan Pemerintah (Banpres) yang turut menjadi salah satu faktor dalam perkembangan pelaksanaan ABT 2. Ke depan, hasil pelaksanaan program Banpres yang menggunakan mekanisme kontraktual dan mekanisme revitalisasi yang pada dasarnya dilakukan secara swakelola dapat menjadi bahan perbandingan untuk melihat hasil dari masing-masing program dan menentukan mekanisme yang lebih efektif.
Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik UMS, Prof. Ir. Mochamad Solikin, S.T., M.T., Pd.D., mengapresiasi kinerja tim UMS dalam menjalankan program revitalisasi tersebut. Menurut Prof. Solikin, program ini merupakan program yang berkelanjutan dan telah berjalan sekitar kurang lebih tiga tahun. Kinerja tim yang dinilai baik turut mendukung keberlanjutan keterlibatan UMS dalam program tersebut.
“Program ini termasuk program yang sustain. Saya mengapresiasi Pak Nurhasan dan tim karena telah melakukan kinerja dengan baik sehingga keterlibatan UMS tidak dikurangi maupun dihentikan,” ujarnya.
Dekan FT UMS tersebut juga mendorong agar keterlibatan UMS dapat terus dikembangkan, termasuk dengan mengusulkan keterlibatan Fakultas Teknik dalam program-program lainnya. Hal tersebut diharapkan dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas bagi UMS di bidang pendidikan dan revitalisasi satuan pendidikan.
Melalui koordinasi yang dilakukan secara rutin, tambahnya, FT UMS terus mendorong penguatan kerja sama dan perluasan keterlibatan universitas dalam program revitalisasi satuan pendidikan. Koordinasi lintas program studi, dosen, fasilitator, dan tim pemantau diharapkan dapat memastikan pelaksanaan program berjalan secara optimal sekaligus membuka peluang kerja sama UMS dalam program pendidikan lainnya. (Fika/Humas)



