Tingkatkan Kualitas Pengabdian kepada Masyarakat, FT UMS Ajak Mitra Desa Bekerjasama Dalam Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

SURAKARTA, teknik.ums.ac.id – Sebagai upaya meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat, Fakultas Teknik UMS mengadakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan Inisiasi Kerjasama Mitra Desa pada Sabtu (15/3). Bertempat di Ruang Sidang Fakultas Teknik UMS, kegiatan ini diikuti sebanyak 13 orang perwakilan dari 6 Mitra Desa dan dosen pengurus Pusat Studi. Mitra Desa yang mengikuti kegiatan ini berasal dari desa Gonilan, Desa Pabelan, Desa Makamhaji, Desa Gagaksipat Boyolali dan Desa Matesih Karanganyar . 

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendengarkan dan merumuskan bersama problem yang ada di masing-masing mitra desa sehingga nantinya problem yang ada akan dibuat solusinya oleh dosen Fakultas Teknik dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Dalam sambutannya Dekan Fakultas Teknik, Ir. Rois Fatoni, S.T., M.Sc., Ph.D., menekankan pentingnya Fakultas Teknik UMS agar lebih mendekatkan diri kepada masyarakat dalam hal ini kaitanya dengan Pengabdian kepada Masyarakat.

“Kami sebagai Perguruan Tinggi yang melaksanakan Tri Dharma Pendidikan Tinggi mempunyai tanggungjawab dalam mendidik, mempersiapkan generasi mendatang agar kelak menjadi generasi penerus yang kuat. Kami juga mengembangkan ilmu pengetahuan melalui penelitian dan pada ujungnya adalah bagaimana pendidikan dan penelitian tadi memberikan impact atau dampak kepada masyarakat”, ucap Rois Fatoni.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Bapak Ali Sadzali, S.E dari BUMDES Kuwariron, Desa Kuwaron Gubuk, Grobogan, Jawa Tengah. Beliau memaparkan materi terkait “Menuju Desa Mandiri Sampah Melalui Sistem Pengelolaan Sampah TPS3R”. Dalam pemaparannya ada beberapa langkah dalam mewujudkan Desa Mandiri Sampah antara lain, pembuatan peraturan resmi dari Desa setempat, Pembentukan KSM/Bumdes, Pembentukan Bank Sampah, memilah sampah organik/non-organik/residu, pengambilan sampah rumah tangga, pengolahan sampah dan satgas penegakan hukum sampah. 

“Saya berharap kepada pengelola sampah di tempat masing-masing ini harus kreatif dalam menjadikan sampah ini bernilai ekonomis. Jangan mau kita mengelola sampah tidak ada penghasilan” tegas Ali Sadzali

salah satu peserta dari Desa Matesih Kab. Karanganyar memiliki pengelolaan sampah secara mandiri dimana sampah yang masuk sudah tidak dibuang ke TPA, dan sampah organik juga sudah dibuat dalam bentuk kompos/pupuk. 

“Kami mempunyai tantangan yang cukup membuat kami kewalahan yaitu semua sampah tanpa dipilah dari level rumah tangga masuk ke kami, mulai dari piring pecah, kursi, kayu sehingga kami harus pilah dulu, jika menambah SDM pun itu juga harus menambah honor juga” ucap perwakilan dari Bumdes Matesih.

“Harapannya pihak Fakultas Teknik UMS memberikan bantuan kepada kami dalam hal sosialisasi agar pemilahan sampah dilakukan sejak awal dari tingkat rumah tangga” tambah beliau

Peserta lain dari Desa Gagaksipat memberikan usul agar Fakultas Teknik UMS melakukan riset terkait pengelolaan sampah yaitu sampah bisa digunakan untuk bahan bangunan sehingga bisa mengurangi volume sampah yang ada

 

Scroll to Top