FT UMS Kenalkan Batik melalui kegiatan Science and Engineering Summer Camp 2026 di Bayat Klaten

FT UMS Kenalkan Batik melalui kegiatan Science and Engineering Summer Camp 2026 di Bayat Klaten

teknik.ums.ac.id, SURAKARTA – Para peserta kegiatan Science & Engineering Summer Camp 2026 yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (FT UMS) mendapatkan pengalaman berharga dengan mempelajari senin membatik secara langsung di Batik MY, Bayat, Klaten, Jawa Tengah. Kegiatan yang berlangsung pada hari kedua summer camp ini menjadi salah satu Upaya FT UMS dalam memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada mahasiswa internasional melalui pengalaman belajar yang aplikatif dan interaktif.

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh pemaparan materi dari Ibu Evi, pemilik Batik MY, mengenai Sejarah singkat berdirinya usaha batik MY, jenis-jenis batik, hingga proses produksi batik tulis maupun batik cap. Peserta dikenalkan pada perbedaan kedua jenis batik tersebut, mulai dari teknik pembuatan, waktu pengerjaan, hingga karakteristik motif yang dihasilkan.

Evi menjelaskan bahwa batik tulis dikerjakan secara manual menggunakan canting sehingga membutuhkan ketelitian dan waktu yang relatif lebih lama. Proses pewarnaan pun dilakukan secara berulang apabila menggunakan lebih dari satu warna. Sementara itu, batik cap diproduksi menggunakan cetakan khusus sehingga proses pengerjaannya lebih cepat dengan pola yang cenderung seragam. Selain teknik pembuatan, peserta summer camp juga dikenalkan dengan beberapa bahan kain yang mempengaruhi kualitas dan nilai jual, contoh kain sutra yang merupakan salah satu material premium kain batik.

Peserta tidak hanya menerima materi di dalam workshop, tapi juga menyaksikan secara langsung setiap tahapan pembuatan batik. Mulai dari proses menggambar motif pada kain, mencanting menggunakan malam, pewarnaan, hingga proses pengeringan yang masih memanfaatkan sinar matahari alami. Pemahaman ini memberikan Kesan mendalam mengenai keterampilan, ketelitian pada setiap proses membatik.

Antusiasme peserta terlihat selama sesi berlangsung. Mahasiswa internasional tidak hanya tertarik pada keindahan motif batik, tetapi juga menunjukkan rasa ingin tahu terhadap model bisnis industri batik yang dijalankan oleh pelaku UMKM lokal. Berbagai pertanyaan disampaikan mengenai proses produksi, pemasaran, hingga keberlanjutan usaha batik sebagai bagian dari ekonomi kreatif Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, narasumber juga mengungkapkan bahwa tantangan terbesar dalam industri batik saat ini adalah regenerasi pengrajin. Membatik membutuhkan keterampilan khusus, kesabaran, dan kecintaan terhadap budaya sehingga tidak semua generasi muda tertarik untuk menekuninya. Sebagai bentuk komitmen menjaga kelestarian batik, Batik MV secara aktif memberikan edukasi dan pelatihan kepada Generasi Z agar lebih mengenal sekaligus mencintai warisan budaya Indonesia.

Selain aspek budaya dan bisnis, peserta juga diperkenalkan pada praktik produksi yang lebih ramah lingkungan. Batik MV memanfaatkan panas matahari dalam proses pengeringan kain serta menerapkan penggunaan eco enzyme dalam pengolahan limbah sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, seluruh peserta berkesempatan untuk mempraktikan secara langsung proses membatik. Masing-masing peserta summer camp mencoba menggunakan canting untuk mengaplikasikan malam pada kain, serta memahami teknik dasar yang digunakan dalam pembuatan batik tulis. Salah satu peserta dari Myanmar yaitu David sangat berkesan dan belajar banyak hal tentang membatik

“ Saya merasa senang sekali karena hari ini belajar tentang budaya batik dari awal sampai akhir, belajar di Batik MY sangat menyenangkan dan saya berharap banyak orang bisa belajar dan mengunjungi tempat ini” ucap David

Kegiatan field study di Batik MV menjadi salah satu rangkaian pembelajaran berbasis budaya dalam Science & Engineering Summer Camp 2026 FT UMS. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya mendapatkan wawasan akademik, tetapi juga pengalaman lintas budaya yang memperkaya pemahaman mereka terhadap keberagaman Indonesia

Scroll to Top